Powered by Blogger.
RSS
Showing posts with label Bali. Show all posts
Showing posts with label Bali. Show all posts

Pura Bukit Sari – Sangeh

Pura Bukit Sari di Sangeh

Pura Bukit Sari berada di tengah hutan pala Desa Sangeh, Badung bagian utara. Kawasan pura ini merupakan salah satu obyek wisata yang menggoda. Betapa tidak, pura yang tenang itu tampak seperti sebuah istana yang dikawal oleh ratusan pasukan kera.
Pura Bukit Sari di Sangeh
Menurut kisah, Pura Bukit Sari dibangun oleh Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti, anak angkat dari Raja Mengwi saat itu, Cokorda Sakti Blambangan. Sejak belia Anak Agung Anglurah Made Karang Asem gemar menjalani laku spiritual. Pada suatu malam, saat menjalani pertapaan, ia memperoleh pawisik (ilham) agar mendirikan pura di tengah kawasan hutan pala Sangeh.
Tentang pohon pala di Sangeh, juga ada kisah yang menarik. Menurut mitos, pohon-pohon tersebut berasal dari kawasan Gunung Agung di bagian timur Bali. Segerombolan pohon pala melakukan perjalanan dari Gunung Agung menuju kawasan Bali bagian barat. Sayangnya, di tengah jalan perjalanan tengah malam tersebut terlihat oleh seseorang. Akibatnya, perjalanan gaib itu terhenti. Pohon-pohon tersebut lalu menetap di sana dan berkembang menjadi hutan Sangeh hingga saat ini.
Konon, Sangeh berasal dari dua kata: sang yang berarti orang dan ngeh berarti lihat atau bisa diterjemahkan sebagai dilihat orang.
Kini, kawasan hutan Sangeh dihuni oleh ratusan monyet berwarna abu dan berekor panjang. Populasinya saat ini sekitar 700 ekor. Kawanan monyet itu terbagi dalam tiga kelompok: kelompok barat, tengah, dan timur. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seekor monyet jantan sebagai rajanya.
Monyet-monyet di kawasan ini cukup jinak. Mereka jarang mendapatkan bahan makanan dengan cara merebut dari pengunjung. Namun, jangan coba-coba membuat monyet itu marah. Apalagi yang marah itu rajanya. Dia akan mencoet memanggil anak buahnya untuk bersama-sama menyerangmu. Ini pernah terjadi pada seorang sutradara sinetron yang tak sengaja menendang raja monyet yang merebut daun pepaya properti salah satu adegan sinstronnya. Si raja monyet yang marah langsung mencoet keras. Tak lama kemudian seluruh anak buahnya termasuk yang masih bayi datang dan menyeringai ke arah si Sutradara Sinetron. Untung saja seorang pawang langsung datang melerai…
Akses
Tidak sulit menjangkau obyek wisata alam yang unik itu. Dari Kuta jaraknya sekitar 45 kilometer. Fasilitas jalan ke arah sana cukup bagus, sehingga dapat di jangkau dengan taksi atau kendaraan pribadi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Danau Beratan - Bedugul

Danau Beratan - Bedugul
Berikut informasi tentang tempat objek wisata Danau Beratan - Bedugul, merupakan sebuah tempat di Bali terletak pada daerah pegunungan yang memiliki suasana sejuk dan nyaman dengan balutan pepohonan tropis terpampang masih alami, memukau mata setiap penikmatnya, berkunjung ke sini, anda akan disuguhi pemandangan keindahan alam danau Beratan dan Pura Ulun Danu, terletak di Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Jarak Bedugul kurang lebih 70 km dari wilayah Kuta/ Bandara Ngurah Rai. Bangunan pura dan stupa Budha sekitar areal taman wisata Bedugul ini merupakan bangunan tempo dulu dan terbilang kuno, tapi semua keadaan fisiknya masih bersih dan tertata rapi karena pemeliharaan rutin. Kalau dari bandara bisa ditempuh 2 jam perjalanan menggunakanmobil.
Perjalanan  menjelang sampai ke lokasi dipenuhi tanjakan berliku, dengan pemandangan kebun sayur dan lembah indah sepanjang jalan, menjadikan suasana lebih damai. Perjalanan lebih menyenangkan jika anda ikut paket tour ataupun sewa mobil di Baliberikut supirnya dibandingkan dengan setir sendiri, sehingga sepanjang perjalanan bisa menikmati suasana dengan lebih baik.
Terletak di dataran tinggi, menyebabkan keberadaan objek ini sangat sejuk dan kadang-kadang diselimuti kabut, keindahan alam pegunungan dan Danau Beratan tersaji bersih dan unik, tengah danau ada sebuah pura Ulun Danu yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai Dewi pemberi kesuburan, akan sangat sayang sekali kalau dilewatkan. Memang banyak wisatawan melakukan wisata tour selama liburan ke Bali dengan tujuan Bedugul. pada saat-saat hari baik menurut kalender Hindu, kita sering bertemu rombongan warga yang melakukan kegiatan prosesi upacara agama, baik itu rangkaian upacara di Pura ataupun Ngaben.
  
Pura Ulun danu - Bedugul
Wisatawan bisa menikmati waktu berwisata dengan santai sambil jalan kaki, menyewa perahu, banyak wisatawan nusantara berkunjung ke sini pada waktu musim liburan tiba. Sekitar 5 menit perjalanan anda bisa menemukan tempat rekreasi Kebun Raya Bedugul yang merupakan satu satunya kebun raya di pulau Bali, berbagai jenis buahan-buahan dan sayur mayur tumbuh begitu subur memenuhi daerah ini. Penduduk setempat menjual hasil kebunnya di pasar tradisional dan didistribusikan ke kota-kota memenuhi kebutuhan pasar modern, bahkan ada juga dijual ke daerah lain di Bali.
Di areal danau Beratan ini disiapkan kapal boat atau sampan yang disewakan bagi pengunjug agar bisa lebih menikmati keindahan Danau Beratan.Dekat areal parkir terdapat kios-kios kecil sebagai tempat belanja keperluan oleh-oleh bagi keluarga dan warung makanan dan minuman. 


Danau Beratan - Bedugul


Watersport yang terletak di Tanjung Benoa Nusa Dua beberapa permainanya bisa dinikmati di danau ini. Sebagai travel agent penyedia jasa transportasi kami sediakan lengkap bergam tiket seperti rafting di Sungai Telaga Waja dan Ayung, tersedia voucher kapal pesiar lokal atau cruise untuk Bali Hai dan Quicksilver,  Odyssey Submarine , kami sediakan juga tour tersaji dalam paket-paket menarik mulai dari perjalanan setengah hari, seharian penuh selama 10-12 jam, sampai paket beberapa hari mulai dari 3 - 6 hari tourtentu pilihan-pilihan yang bervariasi ini bisa menjadi pilihan menarik selama berlibur dan disesuaikan dengan kebutuhan dan fleksibel.
Keberadaan objek wisata di Bali seperti Danau Beratan di Bedugul ini memang menjadi target kunjungan wisatawan paling favorit, sehingga jika anda memutuskan untuk menyusun agenda tour sendiri, jangan lewatkan tempat ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Pura Tanah Lot - Bali



Banyak sekali orang yang tahu tentang Tanah Lot, tapi sudahkah anda tahu sejarah dari Pura Tanah Lot yang sangat terkenal itu? Mari kita simak bersama-sama.

Pada masa Kerajaan Majapahit ada seseorang Bhagawan yang bernama Dang Hyang Dwijendra atau Dang Hyang Nirarta.Beliau dikenal sebagai Tokoh penyebaran ajaran Agama Hindu dengan nama “Dharma Yatra “.Di Lombok beliau dikenal dengan nama “Tuan Semeru” atau guru dari Semeru (sebuah nama Gunung di Jawa Timur).


Pada waktu beliau datang ke Bali untuk menjalankan misinya,yang berkuasa di Bali saat itu adalah Raja Dalem Waturenggong yang menyambut beliau dengan sangat hormat.Beliau menyebarkan agama Hindu sampai ke pelosok-pelosok Pulau Bali.Suatu ketika pada saat beliau menjalankan tugasnya,beliau melihat sinar suci dari arah tenggara dan beliau mengikutinya sampai pada sumbernya yang ternyata adalah sebuah sumber mata air.Tidak jauh dari tempat itu beliau menemukan sebuah tempat yang sangat indah yang disebut “Gili Beo”(Gili artinya Batu Karang dan Beo artinya Burung) jadi tempat itu adalah sebuah Batu Karang yang berbentuk burung.

Ditempat inilah beliau melakukan meditasi dan pemujaan terhadap Dewa Penguasa Laut.
Lokasi tempat Batu Karang ini termasuk dalam daerah Desa Beraban,dimana di desa tersebut dikepalai oleh seorang pemimpin suci yang disebut “Bendesa Beraban Sakti”.Sebelumnya masyarakat Desa Beraban menganut ajaran monotheisme(percaya dan bersandar hanya pada satu orang pemimpin yang menjadi utusan Tuhan sperti Nabi)dalam waktu yang singkat banyak masyarakat Desa Beraban ini mengikuti ajaran Dang Hyang Nirarta yang kemudian membuat Bendesa Beraban Sakti sangat marah dan mengajak pengikutnya yang masih setia untuk mengusir Bhagawan suci ini.

Dengan kekuatan spiritual yang dimiliki Dhang Hyang Nirarta,beliau melindungi diri dari serangan Bendesa Baraban dengan memindahkan batu karang besar tempat beliau bermeditasi (Gili Beo) ke tengah lautan dan menciptakan banyak ular dengan selendangnya di sekitar batu karang sebagai pelindung dan penjaga tempat tersebut.Kemudian beliau memberi nama tempat itu “Tanah Lot” yang berarti Tanah di tengah Laut.

Akhirnya Bendesa Beraban mengakui kesaktian dan kekuatan spiritual dari Dang Hyang Nirarta,dan akhirnya Bendesa Beraban menjadi pengikut setia dan ikut menyebarkan ajaran Agama Hindu kepada penduduk setempat.Sebagai tanda terima kasih sebelum melanjutkan perjalanan beliau memberikan sebuah keris kepada Bendesa Beraban yang dikenal dengan nama “Keris Jaramenara atau Keris Ki Baru Gajah”.Saat ini keris itu disimpan di Puri Kediri yang sangat dikeramatkan dan di upacarai setiap hari raya Kuningan.Dan upacara tersebut di adakan di Pura Tanah Lot setiap 210 hari sekali,yakni pada “Buda Wage Lengkir”sesuai dengan penanggalan Kalender Bali.


Pura di Sekitarnya

Sejumlah pura yang ada di sekitar Pura Tanah Lot adalah Pura Pekendungan, Pura Penataran, Pura Jero Kandang, Pura Enjung Galuh, Pura Batu Bolong dan Pura Batu Mejan. Pura Pekendungan merupakan satu-kesatuan dengan Pura Tanah Lot. Pada mulanya tempat ini bernama Alas Kendung, digunakan sebagai tempat meditasi atau yoga semadi, untuk mendapatkan sinar suci sebelum melanjutkan perjalanan.

Di Pura Pekendungan terdapat keris sakti bernama Ki Baru Gajah yang memiliki kekuatan untuk menaklukkan penyakit tumbuh-tumbuhan di Bali. Keris ini merupakan anugerah Danghyang Nirartha kepada pemimpin Desa Beraban. Keris itu kini disimpan di Puri Kediri. Saat piodalan, Sabtu Kliwon Wara Kuningan, keris ini di-pendak serangkaian piodalan,

Sedangkan Pura Jero Kandang merupakan pura yang dibangun oleh masyarakat Beraban dengan tujuan untuk memohon perlindungan bagi ternak dan tumbuhan mereka dari gangguan berbagai penyakit. Akan halnya Pura Enjung Galuh berlokasi dekat dengan Pura Jero Kandang. Menurut beberapa catatan, pura ini dibangun untuk memuja Dewi Sri yang merupakan sakti dari Dewa Wisnu yang piodalannya setiap Rabu Umanis Wara Medangsia. Di pura ini masyarakat Mengenai Pura Sad Kahyangan dan Kahyangan Jagat memohon kesuburan jagat.

Sementara itu, Pura Batu Belong merupakan tempat melakukan pamelastian maupun pakelem dengan maksud menyucikan alam. Sedangkan Pura Batu Mejan atau dikenal dengan beji merupakan tempat untuk mendapatkan tirtha penglukatan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS